Rindu Tatapanmu
Duh, Sang Penghampar Jagat
My Lovely Sister’s Birthday
Tanggal dua lapan besok usiamu 26 tahun. Seperti biasa aku hanya berucap : Selamat ulang tahun, ya. Bahagia selalu. Doa adikmu mengiringi ucapan ini, setidaknya ketika aku sempat menghadap-Nya.
MUSIM KE TUJUH
Rintik hujan berebut membasahi tubuhku. Aku terbangun. Hm, musim hujan datang lagi. Brr.. dingin sekali. Kuambil bongkah batu tajam yang terselip di punggangku. Kugoreskan satu guratan ke dinding atas dengan skuat tenaga. Hah, tenagaku nampaknya sudah kian melemah. Kucoba sekali lagi mengumpulkan tenaga untuk membuat guratan itu. Ah tak apalah, tidak terlalu dalam guratan yang ku buat kali ini. Yang penting, cukup menandai bahwa sekarang adalah musim hujan ke tujuh sejak aku terjungkal di sumur tua ini. (bersambung)
SITUS ASTA TINGGI
Hari masih terhitung pagi ketika puluhan orang keluar dari gerbang kompleks makam itu. Salah seorang dari rombongan tersebut mengaku bahwa mereka adalah Jamaah pengajian dari Kudus yang setiap tahun selalu mengagendakan ziarah wali yang kali ini mengambil beberapa tempat di Jawa Timur dan Madura. Sebelumnya mereka telah telah berziarah makam Kiai Kholil di Bangkalan. Adapun di Sumenep selain mengunjungi makam yang terhitung cukup megah itu, mereka juga berencana berziarah ke makam Syekh Yusuf di Talango, Kalianget. Asta Tinggi, begitu orang menyebut kompleks itu, rupanya tidak hanya dikenal di kalangan masyarakat di Sumenep, namun juga menjadi tempat yang tidak akan dilewatkan oleh para peziarah ketika mereka melancong ke Pulau Madura.